Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2009

Bagaimana Cara Membaca Pikiran Pembeli

Bagaimana Cara Membaca Pikiran Pembeli

Sama sekali ini bukan tentang cara menghipnotis orang. Sebab saya tak cukup paham mengenai hal tersebut. Kalau soal hipnotis mungkin Mas Ricky yang lebih paham.

Dalam posting ini, yang akan saya bahas adalah mengetahui pikiran konsumen setelah mereka menerima penawaran anda. Baik setelah mereka membaca sales copy anda maupun membaca email follow up anda. Apakah mereka berada dalam kondisi siap membeli, ragu-ragu, sedikit tertarik, atau sama sekali tidak berminat.

Anda tertarik tahu?

Kalau dalam dunia nyata, cara membaca pikiran biasa dilakukan lewat komunikasi langsung dengan memperhatikan dua hal. Yaitu bahasa yang diucapkan dan lewat gerak-gerik tubuh (bahasa tubuh). Persoalannya, dalam dunia maya, kita seringnya berkomunikasi secara tak langsung. Atau dengan kata lain kita cuma bisa memperhatikan sisi bahasanya saja.

Lalu bagaimana?

Tenang… yang pertama perlu anda pahami adalah mengenali dan memahami tingkah laku manusia secara umum. Perlu anda tahu kalau:

Kebanyakan orang tak puas dengan kondisinya saat ini. Selalu melihat rumput tetangga lebih “hijau”.
Tidak sedikit orang yang kurang memiliki kepercayaan diri.
Banyak orang takut menyatakan penolakan.
Mayoritas orang menghindari ketidaknyamanan atau kesakitan. Ketika kondisi itu hinggap, orang itu sesegera mungkin berusaha menghilangkannya.
Ketika seseorang ingin sesuatu, mereka menginginkan secepatnya. Bukan tahun depan, tapi sekarang!
Orang akan mengambil keputusan yang sudah berhasil pada orang lain. Atau singkatnya sudah terbukti!
Kedua, pastikan unsur-unsur itu secara langsung maupun tidak, sudah anda masukkan dalam segenap media promosi anda. Sales copy, banner, email marketing, dan lainnya sudah anda susupi pesan-pesan tersebut.

Contoh mungkin anda sudah biasa melihat banner bertuliskan “Joko Susilo menghasilkan profit Rp 70 juta/bulan dari bisnis sederhana di internet….” Kalau belum lihat, coba tengok misal di blog Bu Titik dan Mas Muklis. Silakan tebak unsur mana yang masuk dalam banner tersebut.

Ketiga, untuk mengetahui apa yang ada dalam pikiran (calon) pembeli, anda bisa bersikap pasif atau aktif. Pasif artinya anda tinggal menunggu respon dari mereka. Menunggu mereka menghubungi anda, baru anda balik menghubungi. Aktif artinya anda yang mengemail mereka. Anda lakukan follow up. Anda dekati mereka.

Nah, pada saat anda berkomunikasi dengan mereka itu, anda gali apa kebutuhan, keinginan, dan hasrat spesifik konsumen tersebut. Dari sana anda bisa mulai membaca apa yang ada di benak pikiran mereka. Selanjutnya siapkan pesan yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan hasrat mereka.

Saat mengirimkan pesan balasan, bayangkan anda pada posisi mereka. Rasakan–bila perlu–anda alami apa yang mereka rasakan. Agar anda bisa lebih menangkap feel-nya.

Dengan mengetahui yang ada di pikiran pembeli, anda akan lebih mudah untuk mengclosing penjualan. Bila saja seseorang sama sekali tak berminat dengan produk anda, anda bisa belajar untuk meningkatkan lagi kemampuan follow up anda. Atau mungkin membuat sales copy khusus untuk orang-orang tipe tersebut.

Salam ACTION!

( www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Sabtu, 14 Maret 2009

Bagaimana Mengatasi Kekacauan Pikiran ?

Bagaimana Mengatasi Kekacauan Pikiran ?
Oleh. N. Faqih Syarif H

Seringkali kita mengalami keletihan dan kekacauan pikiran, ketidakmampuan untuk konsentrasi dan kelupaan. Sebenarnya sobat, halangan terbesar pada proses awal berpikir adalah berpikir itu sendiri, karena biasanya pada saat itu otak kita penuh dengan ribuan pemikiran (ide) yang tidak beraturan. Ide-ide ini mengganggu pikiran dan menjadikan konsentrasi sulit dilakukan.
Kita dapat mengatasi hal tersebut dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Duduklah dengan tenang, kemudian ambil waktu 5 menit untuk bernafas dalam-dalam dan perlahan. Hitungan pertama tarik napas tahan sampai hitungan ke-4 kemudian lepaskan sampai hitungan ke-2. jadi rumusnya 1-4-2.Lakukan berulang-ulang sampai 10 kali. Bersihkan pikiran anda dari gangguan-gangguan yang bisa mengganggu konsentrasi.
2. Perintahkan otak anda untuk konsentrasi dalam objek yang anda ingin ingat. Pikirkan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Semangatlah dalam memikirkan hal itu dan cobalah ikuti salah satu langkah cara berpikir sesuai dengan objek yang ingin anda ingat.
Adapun cara berpikir setidaknya terbagi menjadi 5 jenis utama :
• Pertama, Berpikir logis. Secara ringkas dapat dikatakan, bahwa berpikir logis menuntut kita untuk melakukan hal-hal berikut : Ajukan pertanyaan kepada diri anda sendiri, kumpulkan data-data terkait, bandingkan data-data yang terkumpul dan cari sisi-sisi persamaan atau perbedaannya.Biarkan data-data tersebut tertanam dalam ingatan. Semuanya bergantung pada seberapa besar anda mengaktifkan ingatan anda.
• Kedua, berpikir induktif. Pengambilan kesimpulan umum setelah memperhatikan beberapa fakta khusus yang berhubungan dengan kesimpulan umum tersebut.
• Ketiga, berpikir deduktif. Proses-proses penarikan kesimpulan-kesimpulan dari premis-premis yang tetap.
• Keempat, berpikir deskriptif. Cara berpikir seperti ini pada prinsipnya adalah dengan membangun konsep-konsep, kemudian mempergunakan konsep-konsep tersebut sebagai sarana simbolik untuk berinteraksi dengan dunia luar tempat hidup seseorang.
• Kelima, berpikir reflektif. Berpikir untuk mencari solusi diarahkan pada tujuan-tujuan terbatas dan tertentu. Aktiitas akal yang terarah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi manusia.
Ada juga model berpikir dengan menggunakan Topi berpikir yang membantu kita memiliki sistematika berpikir yang baik. Ada enam topi berpikir :
1. Topi Putih : Fakta-fakta, angka-angka, informasi. Pertanyaan topi putih itu adalah ; Informasi apa yang kita miliki ? Informasi apa yang tidak ada ? Bagaimana memperoleh informasi yang kita butuhkan ?
2. Topi Merah :Emosi, perasaan, intuisi.Topi merah memberikan kesempatan utk mengungkapkan perasaan dan intuisi karena perasaan hadir tanpa perlu dicari pembenarannya. Berpikir dengan topi merah berhubungan dengan perasaan.
3. Topi hitam : Topi untuk berpikir kritis mengajukan beberapa pertanyaan :. Apakah ini benar? Apakah ini cocok ? Apakah ini akan berhasil ? Apa resikonya dan apa masalahnya?
4. Topi kuning : Topi kuning penuh dgn optimis namun alasan yg mendasari harapan itu harus dipaparkan.Topi kuning memandang ke masa depan.Pertanyaan Pemikir Topi kuning : Apa Manfaatnya ? Mengapa ini pasti berhasil ?
5. Topi hijau : Topi hijau mencakup kreatif dengan berpikir konstruktif berurusan dgn usul-usul dan saran-saran.Topi hijau berarti pula gagasan-gagasan baru, alternatif baru, solusi baru, penemuan baru.
6. Topi Biru : Topi Biru mencakup hal-hal berikut: Di mana posisi kita sekarang? Apa langkah selanjutnya? Program untuk berpikir , kesimpulan, pengamatan dan komentar

Contoh penggunaan Topi berpikir. Misalnya ketika kita mencari ide atau gagasan. Kita bisa menggunkan tahapan berikut :
 Putih : Kumpulkan informasi
 Hijau : Eksplorasi lebih lanjut dan temukan alternatif-alternatif.
 Kuning : Nilai manfaat dan kemungkinan-dikerjakan setiap alternatif.
 Hitam : cari dan nilai kelemahan dan bahaya setiap alternatif.
 Hijau : Kembangkan lebih lanjut alternatif-alternatif yg paling menjanjikan dan lakukan pilihan.
 Biru ; Simpulkan dan nilai apa yang telah dicapai sejauh ini.
 Hitam : buat penilaian terakhir terhadap alternatif yang dipilih.
 Merah : Simak apa yang kita rasakan tentang alternatif yang kita pilih itu.

Sobat, kita memang tidak bisa memilih lahir dari rahim ibu yang mana, tetapi kita bisa memaksimalkan apa yang Allah berikan melalui apa yang telah ibu kita berikan. Caranya adalah dengan menggunakan otak kita sesering mungkin, agar jutaan dendrit yang ada di dalamnya tersambung satu dengan lainnya.
Semakin banyak dendrit yang tersambung, maka semakin cerdas kita. Cara paling intensif adalah dengan belajar, seperti membaca buku, berdiskusi, mempersepsi keadaan sekitarnya, terlibat dalam persoalan yang rumit dan mencoba mencari sistematika dan jalan keluarnya.
Selamat Belajar ! Jangan Pernah Menyerah!!! Never Give Up !
( Spiritual Motivator-N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )